
TULUNGAGUNG – Akses masyarakat di wilayah Kecamatan Pagerwojo kini semakin terbuka. Melalui Program Karya Bhakti TNI T.A. 2026, Kodim 0807/Tulungagung menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 2,2 kilometer yang menghubungkan Desa Wonorejo dan Desa Kedungcangkring, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Jalan yang menjadi salah satu sasaran pembangunan tersebut resmi diresmikan dan diserahterimakan kepada masyarakat dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Desa Wonorejo, Rabu (2/9/2026).
Peresmian dihadiri Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., bersama Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Hadir pula unsur Forkopimcam, pemerintah desa, personel TNI serta masyarakat setempat.
Prosesi diawali secara simbolis di ujung jalan rabat beton dengan pemotongan pita dan pelepasan burung dara. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara protokoler yang dipusatkan di Balai Desa Wonorejo.
Jalan tersebut memiliki panjang 2.200 meter, lebar 3,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Pembangunan akses ini diharapkan tidak sekadar mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka konektivitas yang lebih baik antara dua desa.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan pertanian, distribusi hasil produksi hingga aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.
Kepala Desa Wonorejo, Sakur, menyampaikan apresiasi kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan tersebut.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Wonorejo, kami menyampaikan terima kasih kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan pembangunan jalan ini. Semoga jalan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio menegaskan bahwa Karya Bhakti TNI tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program tersebut. Semangat gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan menunjukkan kuatnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan Karya Bhakti. Karya Bhakti TNI tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui budaya gotong royong. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, terselesaikannya pembangunan jalan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Harapannya, hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama. Dengan adanya akses jalan yang semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan berbagai aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan di wilayah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diiringi kepedulian seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam pembangunan seperti ini. Jalan yang sudah dibangun hendaknya dirawat dan dijaga bersama agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” ungkap Plt. Bupati.
Rampungnya pembangunan jalan rabat beton tersebut menjadi wujud nyata Karya Bhakti TNI dalam mendukung percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Tersambungnya jalur sepanjang 2,2 kilometer antara Desa Wonorejo dan Desa Kedungcangkring diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Pagerwojo. Lebih dari sekadar infrastruktur, jalan tersebut diharapkan menjadi akses penting yang menunjang aktivitas ekonomi, pertanian dan kehidupan sosial masyarakat secara berkelanjutan.
