doc.pendim0807

TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda sekitar satu hektare lahan Perhutani yang berada di dekat Goa Selo Mangleng, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jumat (4/9/2026). Api yang pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih empat jam.

Kepulan asap yang terlihat dari kawasan lahan Perhutani membuat warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Koramil 0807/02 Boyolangu. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi.

Sekitar pukul 16.15 WIB, tiga anggota Koramil 0807/02 Boyolangu yang dipimpin Danramil 0807/02 Boyolangu Kapten Inf Sugeng tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Lokasi kebakaran tidak memungkinkan untuk dijangkau kendaraan pemadam kebakaran, sehingga petugas bersama warga menggunakan peralatan sederhana untuk mengendalikan api.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak meluas ke area sekitar maupun permukiman warga.

Akibat kejadian tersebut, sekitar satu hektare lahan Perhutani terbakar. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut dan tidak dilaporkan adanya kerugian materiil lainnya.

Selain melakukan pemadaman, personel di lapangan juga melaksanakan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah desa dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya penanganan sekaligus pencegahan.

Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang panas dan kering sehingga membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar. Kondisi tersebut sekaligus menjadi perhatian karena potensi kebakaran masih dapat terjadi apabila kewaspadaan masyarakat tidak ditingkatkan.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan kering dan kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kepulan asap maupun titik api.

Respons cepat masyarakat dalam menyampaikan laporan dinilai menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian. Dengan laporan yang segera diterima, petugas dapat lebih cepat menuju lokasi dan melakukan tindakan pencegahan agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kejadian di Desa Sanggrahan ini kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi potensi kebakaran lahan selama kondisi cuaca panas dan kering. Sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk meminimalkan risiko kebakaran serta menjaga keselamatan lingkungan dan warga.

By Wahyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *